till our anger had drained

So raise your glass if you are wrong
In all the right ways

setiap orang punya dirty little secret ,dan tidak mau berbagi dengan siapapun,baik berupa kemarahan,rasa malu,rasa suka,berbagai macam rasa,aib, bahkan rasa kecewa.

I swear peoples do this.

semua diatas kita dapat dari siapapun,dan kita tidak menceritakannya kepada siapapun.Yah ,God only knows.And I hope God doesn’t care. Mungkin kita bisa mencerna apapun yg kita rasakan dan kita alami sendiri saja,saya sendiri pun tak setuju kalau apapun itu bisa diselesaikan asal kita berbagi.Menurut pandangan saya,ada beberapa hal yang hanya diri sendiri yang tahu,bahkan hanya di perasaan.Tak perlulah kita berbagi.

Kekecewaan

Yah,tidak hanya fucking hormon yang mempengaruhi seseorang,terkadang saya percaya bahwa hormon membuat kita lebih sensitf dan lebih memaknainya.Rasa kecewa yg kita alami dan dianggap orang lain berlebihan ,mugkin mungkin kita boleh sedikit egois dengan menganggap rasa kecewa ini benar dan orang lain hanya berusaha menghibur diriku supaya diriku tak menganggu nya

Kemarahan

Kadang diiikuti sebuah kekecewaan dan bisa berakir kehilangan harapan dan motivasi terhadap benda,orang,tempat,komunitas tersebut.Banyak orang termasuk saya terkadang kekecewaan tidak berakhir kepada kemarahan,hanya end up dengan melumatnya baik baik dan menerima apa yang ada.Namun terkadang dalam perjalanan kita tak meyadari banyak yang kita perbuat menunjukkan pembalasan terhadap kekecewaan tersebut.Inilah kemarahan,menurut saya kemarahan tidak hanya dengan muka merah,ucapan marah,jumped and punched namun bisa dirasakan seiring waktu

Aib

ini jelas,aku takkan berbagi aib ku yang kurasa tak perlu berbagi,termasuk rasa kecewaku padamu,wahai orang-orang disekelilingku,kekasihku,temanku,karena mereka semua tidak patung yang tidak punya perasaan dan punya kekuatan untuk meninggalkamu

Rasa maaf

aku berusaha memaafkan diriku ,diri saya,karena sugesti kekecewaan dan kemarahan yang terjadi adalah salahku yang takdir ku tak baik?bukan,aku mulai memikirkan pikiranku yang tak dewasa dan belum merasakan betapa bahagianya tercukupnya aku makan tiga kali pagi dan petang ketika aku telah menjadi orang pinggiran yang bahkan tak dihitung

a

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s